Sabtu, 03 Oktober 2009

HALAL BI HALAL RT 018/04 : hidangan menu gotong -royong

Halal Bi Halal sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia setelah Idul Fitri .  Halal bi halal ini menjadi forum untuk saling bersilaturahmi serta maaf-memaafkan sehingga hubungan antara satu dengan yang lain menjadi baik kembali.

Warga Batan Indah Blok D dibawah kepemimpinan Bapak Rohyaman yang menjabat ketua RT saat ini bermaksud menyelenggarakan tradisi di RT ini yaitu  Halal Bi Halal sekaligus pertemuan arisan ibu-ibu.  Untuk rencana tersebut, pada hari jum'at 2 Oktober 2009 atau 13 Syawal 1430 Ibu RT mengundang ibu-ibu warganya untuk rapat membahas rencana halal bi halal ini.

Pada Jum'at 2 Oktober tersebut, tepatnya ba'da maghrib terselenggaralah rapat ibu-ibu untuk persiapan halal bi halal.  Rapat diselenggarakan di rumah Ibu 'Alimah (Bu Kadis) dengan dihadiri oleh nyonya rumah, Ibu Sam (Bu Bagyo), Ibu Ruwi (Bu Tri), Ibu Naning (Bu Mardiyanto), Ibu Rita (Bu Djoko), Ibu Hanny (Bu Bharoto), serta Ibu Bambang.

Dengan berbagai pertimbangan yang cukup seru akhirnya Ibu RT memutuskan bergotong royong Halal bi Halal diselanggarakan esoknya yaitu Sabtu malam 3 Oktober 2009.  Sebuah keputusan yang hebat dan berani.  Keputusan tersebut disambut dengan semangat oleh ibu-ibu peserta rapat.  Isi keputusan tersebut adalah :
  • tempat : di D-26 (rumah keluarga Bapak/Ibu Tri Yulianto)
  • waktu : pk 19.30 WIB
  • menu : lontong opor
Rincian gotong-royong untuk menu Halal bi Halal adalah sebagai berikut :
lontong (Ibu Sam), 
opor ayam (Ibu RT), 
sambal goreng kentang (Ibu Naning), 
acar (Ibu Rita), 
kerupuk (Ibu Hanny), 
klethikan (Ibu 'Alimah dan Ibu RT)
buah semangka

Belanja bahan-bahan masakan dilaksanakan esoknya oleh Ibu "Alimah pada pagi hari buta.  

Pembuatan lontong dipandu pakar lontong Blok D yaitu Ibu Sam dengan asisten utama Ibu Inung (Bu Arif) serta putri-putri Ibu Sam.  Prosesnya penuh perjuangan. Daun pisang pembungkus lontong yang semula dipesan ke Bang Erwin, ternyata sangat kaku dan cepat robek.  Ketika mencari di tempat lain, ternyata daunnya kurang lebar.  Ibu Inung membantu Ibu Syam dengan penuh pengabdian dan perjuangan melawan kantuk.  Pada siang hari Ibu Inung hanya makan roti, juga rujak mangga supaya bisa "melek".

Dengan ketelatenan yang luar biasa terutama Ibu Sam dan Ibu Inung, ... satu-persatu bungkus lontong diikat laksana membalut luka pada program P3K ... :)  Pada sore harinya... akhirnya lontong pun jadi dengan hasilnya luar biasa.... Ibu Inung kembali ke rumahnya sekitar setengah lima untuk beristirahat.

Opor ayam dimasak oleh Ibu RT. Dengan resep bumbu opor dari Ibu 'Alimah, sepuluh ekor ayam dimasak oleh Ibu RT dengan dibantu oleh Ibu Erwin dan Ibu Ema.

Sambal Goreng dibuat oleh Ibu Naning dengan berbekal resep dari Ibu Sam.  Sepuluh kilogram kentang dikupas oleh putra beliau, Mas Aam, sebagi asisten utama.  Pekerjaan berat yang dapat diselesaikan dengan sangat baik.  Sedangkan acar dibuat oleh Ibu Rita dengan dibantu oleh Iyan penolongnya sehari-hari.

Pada Sabtu malam ... alhamdulillah... Halal bi Halal pun berlangsung dengan penuh tawa dan kekeluargaan.  Hidangan pun dilengkapi oleh Es buah produk Ibu Ruwi dan tiga macam sambalyang dibuat oleh Ibu Selly (2 jenis lainnya ... siapa saja pembuatnya ya...?)

Setelah sambutan dari Bapak RT yang ditutup do'a oleh Bapak Mardiyanto ... akhirnya warga BI RT 018 pun menyantap hidangan gotong-royong yang tersaji.  Alhamdulillah, walau sebelumnya penanggung jawab opor dan sambal goreng kentang mengaku tidak pandai memasak... namun...  alhamdulillah semuanya enak dan ni'mat.  Itulah berkah masakan dengan "bumbu ikhlas".  "Bumbu ikhlas" bergotong royong telah mendapat berkah dariNya.
Alhamdulillaah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar